Lebak ,- Para pelaku UKM dan Koperasi di kawasan wisata suku baduy, diberikan pelatihan kewirausahaan, program dari bentuk sinergitas Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Lapangan Tugu Wisata Baduy, Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM RI Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Ketua Dekranas, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama jajaran OPD Kabupaten Lebak.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan terima kasih dan selamat datang Bapak Menteri Koperasi dan UKM bersama Ibu, rombongan Dewan Kerajinan Nasional atas kunjungannya kembali ke Kabupaten Lebak, khususnya di Desa Kanekes kawasan pemukiman Suku Baduy.

“Ini adalah salah satu Desa yang memiliki keunikan tersindiri, diantara desa yang ada di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Suku baduy merupakan aset bagi Kabupaten Lebak, aset Provinsi Banten, aset bagi Indonesia dan Dunia, maka dari itu Pemkab Lebak mengapresiasi beribu-ribu terima kasih atas kunjungan dan kehadirannya disini sekaligus memberikan pelatihan bantuan bagi masyarakat kami semoga bermanfaat khususnya masyarakat baduy, berguna bagi keberlangsungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak,”kata Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya, kamis (12/10).

Dengan luas wilayah terluas diprovinsi Banten, Kabupaten Lebak memiliki banyak potensi dengan sumber daya alamnya, sumber daya manusianya yang sebetulnya sangat berpotensial dikabupaten Lebak.

“Maka dari itu segala kekurangan dan kelebihan kami berupaya mengoptimalkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan UKM dan Koperasi. Dari sebanyak 818 koperasi dengan pelaku UKM dan UMKM sebanyak 49.853, tentunya dengan sebegitu banyak pelaku UKM bisa meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat Kabupaten Lebak, dan alhamdulillah pemerintah dan Dekranasda telah bersinergis menjalin kerjasama untuk memberikan pembinaan-pembinaan khususnya masyarakat pelaku UKM,”terangnya.

Lebih lanjut Iti menambahkan “bahwa kegiatan hari ini sekaligus pihak kementerian memberikan apresiasi hak cipta hasil tenun masyarakat baduy, agar hasil karya keunikan warga baduy dilindungi secara undang-undang dan kebermanfaatannya bagi anak cucu masyarakat baduy,”ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan dari sekian banyak potensi-potensi yang ada di Kabupaten Lebak, satu yang menarik adalah tenun (Fashion Tenun Baduy).

“Tenun baduy ini perlu ditingkatkan kualitasnya dan saya sudah mengintruksikan ke para instruktur pelatihnya, bahwa pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas, pakemnya, baduynya jangan dikutak kutik agar design pakem baduynya tetap tidak berubah, hanya kualitasnya saja yang ditingkatkan,”kata Agung Gede Ngurah Puspayoga.

“Ketertarikan kualitas kain tenun baduy tentunya akan diminati oleh para designer karena tenunnya bisa untuk pakaian, hijab, dan lain-lain,”pungkasnya. (adit)