Konser orkes kota Jakarta City Philharmonic edisi #9 hadir dengan mengusung tema Menggaru Akar Rumput Tanah Harapan. Tema ini menyuarakan optimisme dan harapan akan sebuah negeri yang utopis, ideal, tempat merealisasikan segala daya upaya yang telah dicita-citakan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Hal ini dimanifestasikan dalam analogi “Tanah Harapan,” sebagai sebuah kaleidoskop perkembangan masyarakat Amerika, dimulai sejak migrasi besar bangsa Eropa ke Dunia Baru dalam rangka memperoleh penghidupan yang lebih baik. Pada akhirnya, dinamika sosial-budaya yang terjadi di Amerika dapat menjadi etalase multikulturalitas ras dan etnis: Selain menjadi bagian dari pengalaman keseharian, turut menginspirasi setiap aspek kehidupan manusia di berbagai belahan dunia.

Konser kedua terakhir di tahun 2017 ini akan diaba langsung oleh Pengaba Utama JCP, Budi Utomo Prabowo. Serta menghadirkan dua solis, yaitu Stephen K. Tamadji (piano) dan Rama Widi (harpa).

Jakarta City Philharmonic membawakan karya Aaron Copland “Musim Semi di Pegunungan Appalachia” yang mengilustrasikan optimisme tersebut dengan bernas, Leonard Bernstein “West Side Story” yang mengangkat tema kisah cinta serupa Romeo dan Juliet namun dalam konteks perbedaan kelas sosial-ras-budaya, Gerhswin “Konserto dalam F” yang menampilkan kemahiran sang komposer merangkai format konserto piano klasik bergaya jazz. Karya dari komposer tanah air, Andreas Arianto Y “Revolt in Paradise” menjadi pertanyaan bagi kita bersama: Apakah kemanusiaan akan senantiasa dirawat oleh generasi masa depan Indonesia?

Sumber : DKJ