Sebagai Music Director (MD) di sebuah stasiun radio, memang harus memiliki selera musik yang tidak semata – mata mengkotak – kotakkan jenis musik tertentu dan harus berjalan beriringan dengan filosofi sebuah program radio. Diera 90an atau 2000 awal,  barangkali peran MD sangat besar sebagai Hits Maker dari seorang penyanyi. Tetapi di era saat ini, dengan peran media yang semua bisa diakses dan di gunakan untuk tujuan promosi atau menjajal selera pasar, maka seorang MD mau tidak mau hanya “menerima” sesuatu yang sudah jadi dan terjamin  dan memasangnya di radio masing – masing.

Bermula dari sebuah review CD yang kurang lebih 4 tahun lalu dibaca oleh penulis, dengan kalimat sebagai berikut :

Kalau boleh “menghakimi” sebuah kelompok musik atas namanya, maka Payung Teduh bolehlah dituduh sebagai pembuat lagu-lagu tenang dan menenteramkan. Dunia Batas, album kedua mereka, dengan produser Mondo Gascaro membuktikan kecurigaan itu. Delapan lagu bertempo pelan, beberapa sedang, membawa rasa lemah lembut dan santun. Ada bingkai Indonesiana tahun “60-an dari irama keroncong di “Angin Pujaan Hujan”, single pertama dari Dunia Batas yang memasang bagian guitalele solo maut. Ada rasa nglangut dari melodi dan vokal Is yang empuk dan memikat. Dan ada rasa sayu dari himpunan gitar akustik, contra bass dan cajon, paling jelas termuat di intro “Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan”, apalagi disambung de-ngan lirik maut “Hanya ada sedikit bintang malam ini/Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya”. Kuartet ini terasa betul bermain dengan nyaman, seperti menguji pende-ngar baru untuk menikmati dengan telaten lagu-lagu bertempo pelan ini. Payung Teduh dan Dunia Batas jadi sumbangan yang membesarkan hati untuk musik Indonesia.

Bukan tanpa “beban” untuk bisa memasang lagu – lagu Payung Teduh di sebuah stasiun radio daerah kecil seperti Rangkasbitung kala itu. Tetapi kegemaran, intuisi, dan apresiasi terhadap sebuah karya yang kuat seperti mengharuskan memperkenalkan mereka pada khalayak kala itu.

Dan kini di tahun 2017, Walau sudah lama bergelut di dunia musik, nama Payung Teduh kini melambung tinggi lantaran lagunya yang bertajuk “Akad” menjadi sorotan publik, terutama oleh anak-anak muda. Bisa dibayangkan semua kalangan bisa menyenandungkan lagu “Akad” yang bahkan bisa dibilang tanpa beban untuk bisa menikmatinya dibanding lagu – lagu mereka terdahulu.