1. Gagal dalam wawancara kerja
Sekali gagal dalam wawancara, Anda bisa belajar dari kegagalan itu untuk wawancara selanjutnya. Telisik apa saja yang kira-kira salah ketika wawancara itu, bukan larut dalam kekecewaan atau justru tak perduli.

2. Salah mengambil keputusan
Terutama saat jadi koordinator atau pemimpin sebuah tim, salah ambil keputusan itu dampaknya bisa panjang. Namun seiring dengan pengalaman, intuisi pengambilan keputusan mestinya makin baik.

3. Terlalu idealis atau kaku
Orang muda biasanya masih sangat idealis, harus begini atau begitu karena itulah yang dianggap sempurna. Namun, sikap kaku dapat mempersulit jenjang karier. Anda juga perlu kompromi dan fleksibilitas saat menghadapi gagasan lain yang berbeda.

4. Salah memilih industri atau perusahaan
Bingung menentukan arah, sering dialami kaum muda setelah lulus kuliah atau sekolah. Ujungnya adalah salah memilih industri atau perusahaan. Namun, mumpung masih muda, timbalah pengalaman sebanyak mungkin di beberapa bidang, kemudian Anda dapat melompat ke industri yang dianggap lebih tepat.

5. Mau digaji kecil dan tak sepadan dengan apa yang dikerjakan
Minimnya pengalaman dan kesempatan kerja membuat beberapa orang muda menerima tawaran dengan gaji kecil. Kerjalah dengan baik sambil cari peluang pekerjaan dan gaji yang lebih baik di tempat lain.

6. Tidak teliti baca kontrak kerja
Saking semangatnya pas diterima kerja, kebanyakan dari Anda tidak teliti membaca kontrak kerja. Ketika ingin protes karena tidak ada tunjangan wajib yang umumnya diterima pekerja, baru mulai pusing. Lain kali, baca kontrak dengan teliti, kalau perlu minta waktu sekian menit ke HRD sebelum tanda tangan kontrak.

7. Tidak serius kerja
Beberapa anak muda, terutama yang baru lulus kuliah punya karakter malas-malasan dan tidak serius bekerja. Darah mudanya masih kental, sehingga keinginan untuk main lebih besar. Kalau mau sukses, tentu Anda harus mulai fokus dan serius.