Seren Taun (Serah Taun) merupakan salah satu ritual atau upacara yang dilakukan oleh Masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ritual ini merupakan ritual ungkapan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa setelah panen padi dilaksanakan. Seren Taun merupakan akhir serta awal dari kegiatan sosial masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang. Disebut akhir, dikarenakan pada ritual Seren Taun ini seluruh Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang akan memberikan laporan aktivitasnya selama setahun ke belakang, disebut juga sebagai awal, dikarenakan pada ritual ini Kepala Adat, yaitu “Abah Usep Suyatma Sr” memberikan wejangan-wejangan dan juga bekal untuk aktivitas setahun ke depan.

Seren Taun juga merupakan sebuah ajang silaturahmi diantara para anggota masyarakat kasepuhan dengan Ketua Adat, dimana masyarakat Kasepuhan akan melaporkan kegiatannya selama setahun kepada Kepala Adat (Abah). Seren Taun ini melibatkan seluruh masyarakat Kasepuhan yang dipimpin Kepala Adat (Abah). Setelah menentukan waktu dari pelaksanaan ritual, kemudian Abah akan mengundang para penasehat, perangkat Kasepuhan dan juga para Rendangan, yaitu perwakilan Masyarakat adat, tokoh agama, pemerintah desa, tokoh pemuda, kecamatan, kepolisian dan juga menyampaikan rangkaian kegiatan yang dimaksud.

Seren Taun ini biasanya akan dilaksanakan selama 7 hari 7 malam, bertempat di IMAH GEDE, yaitu tempat dari kediaman Abah, yang akan diisi dengan berbagai kegiatan serta ritual adat. Ritual Adat Seren Taun ini juga merupakan puncak siklus dari sebuah Tradisi Masyarakat Kasepuhan Cisungsang didalam proses pengolahan, menanam, memelihara, menyimpan dan juga menghargai Padi (dalam kepercayaan Masyarakat Kasepuhan Cisungsang, Padi ini diposisikan sebagai Dewi Sri).

Seren Taun 2018 dilaksanakan pada tanggal 30 Juli s.d 06 Agustus 2018, untuk acara puncaknya pada tanggal 05 Agustus 2018. Seren Taun 2018 mengangkat tema “Taktak Ulah Ngaluhuran Sirah, Sing Inget kana Purwadaksi”.

Rangkaian Ritual Seren Taun biasanya akan dimulai dengan Rasul Pare di Leuit, dilanjutkan Bubuka, lalu Pantun Tradisional, setelah itu Balik Taun Rendangan, Ngareremokeun, Upacara Adat Seren Taun, Rasul Seren Taun, Panadaran, dan Penutup