Pangeran Mohammed bin Salman merupakan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi. Ia sedang mencanangkan reformasi sosial melalui program “Visi 2030”.

Dalam programnya tersebut, berbagai aturan lama yang berlaku di Arab mengalami pembaruan khusunya bagi kaum perempuan. Sebelumnya, perempuan Arab Saudi tidak diperbolehkan untuk melakukan perjalanan sendiri, tidak boleh membuka rekening bank, atau bisnis untuk bidang tertentu. Pembatasan terhadap kaum perempuan ini diterapkan sesuai dengan aliran Wahhabisme yang dianut pemerintah.

Dengan adanya reformasi sosial Pangeran Mohammed bin Salman, berikut 5 hal yang unik yang kini menjadi ‘halal’ di Arab Saudi:

  1. Bioskop Kembali Hadir Setelah dilarang Selama 35 Tahun

Arab Saudi kembali membuka bisokop komersial pertama setelah ditutup selama 35 tahun. Arab Saudi pernah memiliki bioskop pada tahun 1980-an, namun akhirnya ditutup karena meningkatnya pengaruh ulama garis keras. Pemutaran film Black Panther menandai dibukanya kembali bioskop di negara minyak itu. Dilansir dari BBC, pemerintah Arab Saudi mengizinkan bioskop kembali dibuka lantaran warganya yang kerap mencari hiburan di negara lain seperti Dubai, Bahrain, atau negara lain. Rencananya, otoritas Arab Saudi akan membangun 350 bioskop pada 2030. Tempat duduk bioskop juga tidak akan terpisah antara perempuan dan laki-laki. Diharapkan dengan hadirnya kembali bioskop, Arab Saudi akan memperoleh keuntungan dari pemasukan tiket yang mencapai Rp 13,7 triliun.

  1. Perempuan Diperbolehkan Menonton Sepakbola di Stadion

Perempuan di Arab Saudi yang menyukai olahraga sepakbola patut berbahagia. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi memperbolehkan kaum perempuan untuk menonton pertandingan sepakbola di stadion. Sebagai tahap awal, perempuan hanya diperbolehkan untuk menonton pertandingan di Stadion Riyadh, Jeddah, dan Dammam. Yang menjadi unik adalah tempat duduk untuk kaum peremuan dan laki-laki tidak boleh bercampur. Laki-laki sama sekali tidak diperbolehkan masuk di tribun perempuan. Ini merupakan salah satu dari bagian rencana reformasi sosial Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang mencanangkan transformasi Saudi melalui program Visi 2030. Reformasi ditujukan untuk memberikan kebebasan yang lebih besar kepada kaum perempuan.

  1. Perempuan Diizinkan Mengemudi

Sejak September 2017, Raja Salman mendeklarasikan bahwa perempuan diperbolehkan mengemudi. Arab Saudi mendapat kritik luas karena menjadi satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan untuk mengemudi. Namun, peraturan mengemudi untuk perempuan tersebut harus sesuai dengan hukum Islam. Di Arab Saudi, kaum perempuan tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa mahram. Banyak kasus perempuan didenda dan dipenjara karena kedapatan melakukan aktivitas mengemudi.

  1. Menghalalkan Kegiatan Yoga

Kementrian Perdagangan dan Industri Arab Saudi menghalalkan kegiatan yang berkaitan dengan olahraga yoga sejak November 2017. Dilansir IDN Times, Nouf Marawaai, seorang instruktur Yoga disebut-sebut sebagai pendorong kegiatan ini. Menurut Marwaai, akhirnya aktivitas yoga bukan lagi menjadi perilaku yang menyimpang. Selama ini, pusat hiburan dan arena olahraga hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki.

  1. Perempuan Diizinkan Tampil dalam Konser

Reformasi sosial yang dicanangkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman terus berlanjut. Untuk pertamakalinya dalam sejarah, Arab Saudi mengizinkan penyanyi perempuan tampil dalam sebuah konser. Lebanon Hiba Tawaji menjadi penyanyi perempuan pertama yang tampil di konser khusus perempuan di King Fahd Cultural Center, Riyadh pada Desember lalu. Semua wanita menari dan bernyanyi bersama melalui lagu Celine Dion dan Arab klasik yang dibawakan. Saat menyambut penyanyi ke atas panggung, sang penyiar menyebut acara itu sebagai ‘momen yang membanggakan’ bagi negara Arab.

Sumber : linikini