Lain penyair lain juga gaya syairnya. Lewat karakter mereka yang berbeda-beda, penyair menyampaikan aneka isu dalam lantunan bait-bait puisi. Keunikan karakter para penyair ini ternyata berdampak ke pembacanya, bahkan dia bisa saja menjadi panutan.

#1. Chairil Anwar

[26 July 1922 – 28 April 1949]

Chairil adalah sosok yang sayang ibu, Ia meluapkan segala emosi dalam puisi berjudul “Ibu” yang populer tahun 1940. Chairil juga dikenal sebagai pemuda multilingual [bisa banyak bahasa] dan sangat cinta tanah air.

#2. Wiji Thukul

[26 Agustus 1963 – tidak diketahui]

Kisahnya sebagi aktivis yang dituduh subversif terhadap pemerintahan Orde Baru difilmkan dengan judul Istirahatlah Kata-Kata. Penggalan kalimat dalam puisinya juga sering digunakan kaum buruh dan kelompok marjinal dalam menyuarakan aspirasi.

#3. Soe Hok Gie

[17 Desember 1942 – 16 December 1969]

Gie selalu berfikir kritis dan mengemukakan gagasan dengan berani. Ia juga kerap menjadi sosok panutan mahasiswa. Gie punya sifat keras dan mulut yang tajam. Tapi, ia anti membenci lawannya. Ia mencintai alam dan toleransi agama yang tinggi. Kisah Gie juga sempat difilmkan Riri Riza pada 2005.

Sumber : linikini