Katie Stubblefield [22] menjadi orang termuda di Amerika Serikat yang menerima transplantasi wajah. Transplantasi yang dilakukan pada 2017 silam itu bertujuan untuk mengembalikan struktur dan fungsi wajahnya, seperti mengunyah, menelan, dan bernapas.

Tiga tahun sebelumnya, Katie pernah melakukan upaya bunuh diri di rumahnya di Mississippi, namun gagal. Di awal tahun 2016, keadaan Katie dinyatakan stabil. Satu tahun setelah dinyatakan stabil, pada 4 Mei 2017 ia menjalani transplantasi selama 31 jam di Klinik Cleveland.

“Saat ini saya mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup,” kata Katie dalam sebuah film dokumenter National Geographic, bertepatan dengan rilisnya majalah bertitel The Story of a Face.

Tidak Mengenal Transplantasi Wajah

Katie tidak ingat hari yang tragis itu ketika dia kehilangan wajahnya. Dia mengatakan bahwa tidak mengingat banyak pada saat itu, termasuk ketika dirawat di rumah sakit Oxford, Mississippi. Setelah itu, ia diterbangkan ke rumah sakit lain di Memphis, Tennessee dan dipindahkan ke Klinik Cleveland di Ohio.

Saat di Memphis itulah orang tua Katie, Robb dan Alesia, mendengar istilah transplantasi wajah. Robb mengungkapkan bahwa satu-satunya cara untuk memulihkan Katie adalah dengan transplantasi wajah.

“Ada seorang ahli bedah mengatakan kepada kami, ‘satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan untuk memberinya fungsi kehidupan lagi adalah transplantasi wajah’, kata Robb kepada CNN.

Awalnya, Katie tercengang ketika mengetahui ia harus melakukan transplantasi wajah. Setelah kedua orang tuanya menceritakan tentang hal tersebut, ia merasa bersemangat untuk mendapatkan wajahnya kembali.

“Aku tidak tahu apa itu transplantasi wajah. Ketika orang tuaku membantu menjelaskan semuanya, aku sangat bersemangat untuk mendapatkan wajah lagi,” akunya.

Transplantasi Wajah Katie

Pada 2016, Katie mendaftar sebagai pasien transplantasi wajah di Klinik Cleveland. Empat bulan setelahnya, ia mendapatkan seorang pendonor, yakni Adrea Schneider, seorang wanita berusia 31 tahun yang meninggal karena overdosis obat. Sebelum melakukan transplantasi wajah Katie, ahli bedah di Klinik Cleveland menggunakan pencetakan 3D untuk membantu merekonstruksi sekitar 90% rahang bawahnya. Operasi tersebut melibatkan 11 ahli bedah dan beberapa spesialis lainnya.

Transplantasi wajah penuh dan parsial adalah prosedur medis yang melibatkan penggantian seluruh atau sebagian wajah seseorang. Prosedur medis tersebut melibatkan jaringan kulit, tulang, syaraf dan pembuluh darah dari pendonor yang telah meninggal.

Katie mendapatkan transplantasi wajah Adrea Schneider mulai dari kulit kepala, dahi, kelopak mata atas dan bawah, rongga mata, hidung, pipi bagian atas, rahang atas dan setengah rahang bawah, gigi atas, gigi bawah, saraf wajah parsial, otot dan kulit.

“Aku bisa menyentuh wajahku sekarang, dan itu terasa luar biasa,” kata Katie, yang masih memiliki kesulitan berbicara dengan jelas.

Setelah transplantasi itu selesai, Katie harus meminum obat imunosupresif sepanjang hidupnya. Ia juga menjalani terapi psikis, terapi bicara, dan mempelajari huruf braile. Saat ini, Katie berencana untuk mengikuti kuliah online dan memiliki keinginan menjadi seorang motivator. Katie berharap cerita tentang pengalaman transplantasi wajahnya dapat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya bunuh diri.

“Hidup itu berharga, dan hidup itu indah,” ujar Katie.

Sumber : linikini