Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menerima  audiensi  Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto, pada Senin sore (1/10/2018).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid beserta jajarannya bertempat di ruang rapat Gedung A  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud menyatakan, dirinya mendukung dan mengapresiasi upaya aktif Senapati Nusantara dalam melestarikan tosan aji khususnya keris Indonesia.

Mendikbud juga menyampaikan siap bekerjasama dengan Senapati Nusantara dan membantu upaya pengusulan Hari Keris Nasional.

“Saya menyambut baik hal ini, ini merupakan usulan yang bagus sekali. Saya sudah dua kali pergi ke Museum Keris Solo, saya juga sudah menyampaikan kepada bapak Walikota Solo agar dilakukan riset tentang jenis berbagai macam logam dan bagaimana dulu proses produksinya. Sebetulnya banyak sekali aspek dari tosan aji yang bisa dikembangkan menjadi sebuah kajian sebagai keunggulan budaya bangsa Indonesia. Saya menyambut baik bila ini akan ditetapkan (Hari Keris Nasional). Ayah saya seorang dalang, juga punya koleksi tosan aji dan saya juga tahu cara perawatan keris. Tosan Aji itu bukan hal asing bagi saya. Tosan aji atau di Jawa disebut wesi aji, artinya logam mulia ini  berkaitan dengan kultur kita yang perlu digali dan dilakukan riset komprehensif. Intinya agar dikembangkan menjadi narasi budaya kekayaan negeri ini dan ini di bawah Kemendikbud.” kata Muhadjir Effendy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid dalam pertemuan tersebut sangat mendukung langkah Senapati Nusantara dalam mengusulkan Hari Keris Nasional sesuai dengan tanggal pengakuan UNESCO pada 25 November 2005.

“Saya kira ini pas waktunya. Sekarang ini 10 tahun inskripsi UNESCO sejak 4 November  2008 untuk warisan budaya tak benda Indonesia dan menurut kami gagasan mendorong hari keris ini sangat bagus. Salah satu tugas kita setelah diinskripsi oleh UNESCO, saya kira kita harus memuliakan itu. Dengan semangat untuk melakukan edukasi dan pelestarian tradisi tosan aji ini kita kerjasama dan duduk bersama. Bulan Desember nanti kita akan kongres kebudayaan, sangat berharap Senapati Nusantara ini bisa ikut mewarnai kegiatan ini. Intinya kami siap untuk kerjasama dengan Senapati Nusantara. Saya juga  sangat berkeingina  adanya buku saku tentang tosan aji. Informasi mengenai itu masih kurang.” ungkap Hilmar Farid ketika ditemui pada Selasa (2/10/2018).

Ditambahkan,  saat ini selain Keris, organisasi wayang juga sudah mengajukan penetapan Hari Wayang sesuai dengan tanggal penetapan UNESCO.

“Terkait wayang, saat ini sudah proses di Sekretariat Negara dan tinggal menunggu penetapan dari Presiden. Saya kalau melihat ini, 9 warisan budaya kita yang sudah diakui UNESCO, ke-9 nya bisa menjadi hari nasional. Sudah mendapat pengakuan dunia, maka di dalam negeri harus dirayakan melalui hari nasional.” pungkas Hilmar Farid.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa visi Senapati Nusantara adalah menjadi organisasi penggerak budaya tosan aji secara nasional dan menjadi jembatan penghubung antar lembaga terkait, serta mampu memberikan kontribusi dalam rangka pelestarian tosan aji di Indonesia.

Hasto juga menuturkan, meski organisasi yang tergolong baru, Senapati Nusantara yang berdiri sejak 2017 telah melakukan berbagai kegiatan dan terobosan serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan baik Kementerian, Pemerintah Daerah, Swasta, BUMN dan berbagai pihak terkait.

“Kami sudah melakukan berbagai kegiatan baik pameran maupun edukasi dan mendapat respon positif dari berbagai pihak. Hampir tiap bulan kami punya program secara nasional. Bahkan dukungan dari pemerintah daerah di setiap kota kabupaten yang memiliki tradisi keris dan tosan aji juga positif untuk kami. Kami juga bekerjasama Pemerintah Kota Solo dengan museum keris di Surakarta dan saat ini kami juga mendorong berdirinya museum keris di Sumenep. Kami kemarin sudah memohon kepada Bapak Presiden agar Beliau meresmikan Museum Keris Sumenep bertepatan dengan Festival Keraton Nusantara pada bulan ini.” ujar Hasto.

Hasto Kristiyanto juga menuturkan bahwa komitmen Senapati Nusantara untuk dunia tosan aji Indonesia tidak perlu diragukan. Senapati Nusantara didirikan dengan semangat kekeluargaan, semuanya dengan gotong royong. Dalam pertemuan tersebut, selain berdialog, Hasto juga menyerahkan laporan kegiatan Senapati Nusantara tahun 2017 kepada Mendikbud disaksikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan beserta jajarannya.

Senapati Nusantara hingga saat ini telah bekerjasama dengan Puslitjakdikbud, Balitbang Kemendikbud dalam rangka kajian Dampak Pengakuan Keris oleh UNESCO untuk mendukung naskah akademik penetapan hari keris nasional.

 

Sumber : RRI