SETAHUN MUSEUM MULTATULI

Written by on 22/02/2019

Lebak – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menghadiri Satu Tahun Museum Multatuli bertempat di pendopo Museum Multatuli Rangkasbitung, Lebak, Banten, Kamis (21/2/2019). Pada acara tersebut, turut hadir perwakilan Bank Indonesia Banten Rahmat Hernowo, Sejarawan Boni Triana, Putri Mohammad Hatta Halida Nuriah Hatta, dan Gustika Jusuf Hatta Alumnus War Studies King’s Collage, London, Inggris yang juga cucu Proklamator Mohammad Hatta sekaligus pemberi materi dengan tajuk “Kolonialisme dalam Pandangan Generasi Milenial”.

Iti Octavia Bupati Lebak mengatakan keberadaan museum ini yang posisinya menjadi satu komplek dengan perpustakaan Saidjah dan Adinda mampu menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di bumi Lebak.

“Museum Multatuli menjadi salah satu ikon atau simbol perlawanan terhadap sistem kolonialisme dan telah menjelma menjadi ruang terbuka bagi berbagai interaksi masyrakat untuk berbagi ide, gagasan, kritikan dan dialektika sepanjang muaranya semata-mata untuk pengayaan pengetahuan dan peningkatan budaya literasi masyarakat lebak”ungkapnya, Kamis (21/02).

Iti juga menambahkan selain Museum Multatuli yang kini menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Lebak, juga memiliki banyak potensi parawisata yang relatif lengkap dengan berbagai kategori trend parawisata di era digital ini diantaranya kawasan wisata pantai, education tourism, eco tourism, geo tourism dan cultural tourism.

“Berkaca dari berbagai potensi wisata dan keunikan yang dimiliki Kabupaten Lebak, pada periode 2019 -2024 kami yakin untuk menasbihkan diri, Lebak menjadi Destinasi Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal”katanya.

Gustika Jusuf Hatta pemberi materi berkenaan dengan pandangan generasi milenial terhadap kolonialisme, memuji bangunan serta konten dari museum multatuli dimana menurut Gusti dibandingkankan museum multatuli yang ada di negara belanda, museum ini menurutnya lebih baik.

“Saya pernah berkunjung ke museum multatuli yang ada di Belanda, menurut saya ini jauh lebih bagus”ujar gusti cucu dari Proklamator Republik Indonesia yakni Mohammad Hatta.

Museum Multatuli sendiri dibuka dengan tujuan untuk menjadi wahana pembelajaran sejarah bagi masyarakat, sarana rekreasi sejarah yang mudah terjangkau, objek wisata sejarah berskala internasional sekaligus promosi pariwisata di Lebak.

Selain Lecture “Kolonialisme dalam Pandangan Generasi Milenial” oleh Gustika Jusuf-Hatta, Alumnus War Studies King’s Collage, London, Inggris, digelar juga Workshop “Pengelolaan Kota Wisata”


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Live Streaming Server 1

LPPL Radio Multatuli FM

Current track
TITLE
ARTIST