Kebiasaan yang Membuat Si Bos Sebal

Written by on 25/07/2019

Memiliki otak cemerlang dan kerja kerasa saja ternyata tidak cukup untuk mendapatkan promosi. Keberhasilan Anda menaiki puncak karier juga sangat tergantung dari attitude yang Anda miliki. Jika bos Anda sudah merasa tidak click dengan Anda, maka kemungkinan besar mendapatkan promosi adalah angan-angan belaka. Well, untuk itu berikut ini lima perilaku berikut yang mungkin Anda tidak sadari namun dapat menciderai perjalanan karier Anda. Simak!

Terlalu sering mengucapkan kata “Saya suka”

Dalam bisnis di mana penjualan menjadi fokus utama, terlalu sering menyelipkan kata “suka” dalam pembicaraan hanya akan membuat pendapat Anda terdengar subjektif. Sehingga kredibilitas Anda akan menurun karena Anda terlihat sebagai seorang yang tidak cerdas, karena terlalu mengutamakan opini pribadi daripada keinginan klien.

Mengirimkan pesan singkat melalui ponsel

Sebisa mungkin gunakanlah e-mail untuk urusan profesional. Mengirimkan pesan singkat di luar jam kerja seperti, “Saya sangat antusias menunggu presentasi Anda esok hari,” merupakan cara yang tidak pantas. Karena hal tersebut menganggu kehidupan pribadi bos Anda. Untuk itu gunakanlah pesan singkat sebijak mungkin, dengan menggunakannya hanya untuk urusan-urusan mendesak.

Melakukan hal yang tidak sesuai dengan job description

Jangan sangka bahwa bos Anda tidak tahu, bahwa seharian Anda asyik berkicau di Twitter atau melihat foto-foto teman di Facebook. Anda mungkin mengelak bahwa seluruh pekerjaan Anda sudah selesai. Namun si bos tentu mempunyai argumentasi bahwa selama jam kantor, waktu Anda telah dibeli oleh perusahaan. So, usahakan untuk tetap terlihat sibuk untuk melakukan hal-hal yang masih berhubungan dengan pekerjaan.

Menanyakan hal-hal tidak penting

Jangan membuat Anda terlihat bodoh. Jika pertanyaan Anda masih bisa ditemukan dalam Google, maka sebaiknya segera tutup mulut Anda untuk bertanya. Kenyataannya, menanyakan hal-hal sepele yang tidak Anda mengerti dengan si bos, hanya akan membuat si bos merasa waktunya terbuang dengan sia-sia.

Merasa lebih sibuk daripada si bos

Melakukan reschedule jadwal meeting karena urusan yang Anda miliki, sehingga si bos harus menyesuaikannya dengan schedule Anda, hanya akan membuat nilai Anda sebagai pekerja menurun. Dalam bekerja, Anda berada dalam posisi sebagai orang yang mendapatkan bayaran. Sehingga jangan heran jika si bos merasa Anda bersikap kurang ajar saat melakukan hal tersebut.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Live Streaming Server 1

LPPL Radio Multatuli FM

Current track
TITLE
ARTIST